Cara Sederhana Menghitung Kebutuhan Batu Bata Merah

Cara-Sederhana-Menghitung-Kebutuhan-Batu-Bata-Merah
Cara Sederhana Menghitung Kebutuhan Batu Bata Merah

Batu bata merah merupakan salah satu jenis material yang digunakan untuk pekerjaan dinding. Pada kesempatan ini kami akan men-share sedikit pengetahuan tentang cara menghitung kebutuhan batu bata merah pada bangunan / rumah yang akan kita bangun.

Untuk menghitung kebutuhan batu bata merah pada pasangan dinding di bangunan / rumah kita, mari kita hitung terlebih dahulu dalam skala kecil, yaitu kebutuhan batu bata merah per m2. Namun sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu ukuran batu bata merah.

Batu bata merah dari masa ke masa mengalami kemerosotan ukuran. Dekade tahun 80-an, batu bata merah yang lazim beredar di Jawa berukuran 20x10x5 cm bahkan lebih. Saat ini yang lazim beredar di Jakarta 17-18 x 7-7,5 x 4-4,2 cm. Suatu hal yang biasa dilakukan produsen berbagai sektor termasuk batu bata merah untuk menekan biaya produksi dan harga jual. Banyak konsumen tidak menyadari, volume melorot hampir 50%, yang secara logika harga harus separuhnya.

Saat ini ukuran batu bata yang beredar dipasaran mempunyai ukuran dimensi bervariasi baik yang dijumpai dari hasil pabrikasi maupun hasil pekerjaan lokal atau industri rumah tangga. Untuk bangunan, ukuran standard yang biasa dipergunakan adalah :
Panjang 240 mm, Lebar 115 mm dan Tebal 52 mm
Panjang 230 mm, Lebar 110 mm dan Tebal 50 mm
Penyimpangan yang diijinkan untuk ukuran tersebut adalah : Panjang maksimum 3%, Lebar maksimum 4 % dan Tebal maksimum 5%.

Sebagai contoh menghitung kebutuhan batu bata merah kali ini kami mengambil contoh ukuran panjang 230 mm, lebar 110 mm dan tebal 50 mm. Langkah-langkah perhitungannya sebagai berikut :
Panjang batu bata merah didapat = 230 mm, tebal / tinggi = 50 mm.
Menambahkan ketebalan spesi mortal terhadap sisi atas panjang batu bata merah dan sisi samping dari batu bata merah tersebut, misalnya spesi mortalnya 20 mm.
Nilai efisiensi 1 buah batu bata merah yang telah dilapisi spesi mortal tersebut menjadi panjang = 230 mm + 2 mm = 250 mm dan tinggi = 50 mm + 20 mm = 70 mm
Luas efisiensi 1 buah batu bata merah = panjang x tinggi = 0,25 x 0,07 ( satuan diubah menjadi meter ) = 0,0175 m2
Jadi jumlah batu bata merah per m2 = 1 m2 / 0,0175 m2 = 58 buah.

Dari hasil per m2 tersebut dapat kita hitung kebutuhan pasangan batu bata merah di bangunan / di rumah kita masing – masing dengan dikalikan luasan total pasangan batu bata yang akan kita buat.

Pilihan menggunakan batu bata untuk membangun rumah atau properti adalah sebuah pilihan yang tepat. Nah, pertanyaannya apakah semua ukuran bata memiliki tingkat efisiensi yang sama? Jawabannya adalah tidak. Mengapa? Karena ragam ukuran bata membuat setiap konsumen harus mengetahui dengan baik spesifikasi bata maupun kusen agar tidak boros dalam konsumsi material lain seperti pasir dan semen.

Semakin panjang dan tebal sebuah batu bata, akan semakin baik untuk menghemat material bangunan yang lain. Tetapi, jika sebuah bata kurang lebar atau malah terlalu lebar, maka dampaknya akan signifikan terhadap kebutuhan material lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *