-->

Bata Ringan Kelebihan Dan Kekurangannya

Bata Ringan Kelebihan Dan Kekurangannya

Kali ini saya akan membahas tentang Bata Ringan Kelebihan Dan Kekurangannya, sebagai pengetahuan tambahan atau bagi pembaca yang ingin mengetahui kualitas bata ringan apabila digunakan sebagai bahan material untuk bangunan.

Sebelum membahas lebih dalam tentang Bata Ringan Kelebihan Dan Kekurangannya sebaiknya berkenalan dahulu dengan bata ringan.

Bata ringan atau disebut juga dengan hebel terbuat dari bahan campuran seperti kapur, gypsum, pasir kwarsa, pasta alumunium serta semen.

Sedangkan untuk penggunaan bata ringan dalam pembuatan bangunan akhir-akhir ini mengalami peningkatan dari pada bata merah yang umumnya dahulu digunakan sebagai bahan material dalam pembuatan dinding bangunan.

Untuk membeli bata ringan maka hitungan yang akan dipakai adalah meter kubik, sedangkan isi dalam satu kubik bata ringan akan bervariasi sesuai ukurannya.


Jumlah satu kubik bata ringan
dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 7,5 cm adalah 111 biji.
Sedangkan untuk bata ringan dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 10 cm adalah 88 biji

Kita akan bahas kelebihan bata ringan dahulu yang akan saya rangkum dalam beberapa point sesuai dengan pengalaman kami saat membuat bangunan dengan bata ringan.

Pemasangan Lebih Cepat

Dengan ukuran yang lebih panjang dan lebih lebar daripada bata merah, maka sudah tentu dalam pemasangan bata ringan akan lebih cepat, ditambah dengan bobotnya yang tergolong ringan maka akan mempercepat dalam proses pemasangannya.

Jika melihat ukuran bata ringan yang mempunyai panjang 60 cm dan lebar 20 cm maka perbandingannya jika dengan bata merah adalah memasang 1 bata ringan sama dengan memasang 12 bata merah.

Tidak heran apabila orang akan mengatakan bahwa membuat dinding dengan menggunakan bata ringan akan lebih cepat prosesnya.

Terlebih lagi dengan hanya menggunakan semen perekat khusus bata ringan maka dalam proses pemasangannya pun tidak perlu menyiapkan adukan semen dan pasir.

Tidak seperti pemasangan bata merah yang memerlukan adukan semen dan pasir, jika memasang bata ringan 1 ember bisa untuk memasang 6 meter lebih bata ringan.

Bisa Langsung Di Aci

Bata ringan bisa langsung di finishing artinya jika memang anda menginginkan untuk langsung di aci maka bata ringan sangat bisa.

Namun pekerja harus tahu terlebih dahulu sebelum memasang proses bata ringan yang langsung di aci, agar pemasangan bata ringan agar lebih berhati-hati supaya tidak ada bata ringan yang tidak presisi dalam pemasangannya.

Ini akan lebih cepat dalam proses pekerjaan, ada pekerjaan yang di lompati jika bata ringan langsung di aci yaitu memplester bata ringan.

Apakah hasil dari bata ringan yang langsung di aci akan menghasilkan dinding tembok yang bagus ? tentu saja ini akan tergantung bagaimana kemampuan tukang yang mengerjakannya.

Tetapi jika kami ditanya bagaimana kualitas dinding dari bata ringan apabila langsung diaci maka jawaban saya adalah tetap lebih bagus apabila di plester dahulu karena dinding kurang kokoh.

Bobot Yang Lebih Ringan

Sudah pasti bata ringan atau hebel mempunyai bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan bata merah, bata ringan akan lebih bagus dipasang pada bangunan yang bertingkat.

Misalnya pada bangunan rumah 2 lantai atau lebih agar beban bangunan tidak berat seperti apabila menggunakan bata merah.

Agar beban keseluruhan bangunan tidak menjadi begitu berat yang mengakibatkan pondasi turun atau bisa mengurangi penggunakan sistem konstruksi yang di desain untuk bangunan yang berat.


Selain kelebihan yang saya sebutkan di atas mungkin akan ada kelebihan lagi yang sifatnya menyesuaikan dengan kondisi tempat kerja.

Setelah membahas kelebihan bata ringan atau hebel tentu kita akan membahas dari segi kekurangannya.

Tidak Kokoh


Saya mengatakan bahwa bata ringan tidak kokoh jika dibandingkan dengan penggunaan bata merah, artinya untuk kekokohan bata ringan lebih buruk daripada bata merah.

Ini karena bahan yang digunakan seperti yang saya sebutkan di atas mempunyai sifat lebih mudah untuk hancur, atau apabila terkena benturan akan mudah pecah tidak seperti bata merah.

Untuk kekuatan menahan beban apabila dinding menggunakan bata ringan atau hebel maka beban akan bertumpu pada kolom tiang, jadi perlu diperhatikan kekuatan tiang atau kolom pada bangunan tidak boleh asal-asalan atau menggunakan besi dengan ukuran yang tidak sesuai dengan beban diatasnya.

Mudah Retak


Kekurangan bata ringan atau hebel selanjutnya adalah mudah retak pada plesteran, hal ini karena adukan plesteran yang tidak merekat secara maksimal ke permukaan hebel apabila cara plester nya terburu-buru dan salah.

Tetapi ada caranya untuk mengurangi resiko retak plesteran dinding dalam kasus bata ringan ini, yaitu ketika dalam proses plester dinding tidak langsung finish atau dalam istilah di proyek di kamprot dulu. untuk lebih mudah dalam memahami istilah kamprot akan saya jelaskan sesuai dengan kemampuan saya, kamprot adalah istilah memplester dinding secara tipis-tipis.

Fungsinya adalah agar adukan plesteran pada dinding lebih merekat pada permukaan hebel daripada tidak di kamprot, jika sudah di kamprot maka tunggu sampai kering atau tunggu hingga 24 jam baru di plester seperti biasa.

Plesteran Mudah Terkupas

Dalam jangka waktu tertentu adukan yang melekat pada bata ringan umumnya lebih cepat terkupas jika dibandingkan dengan dinding yang menggunakan bata merah.

Alasannya karena bahan yang digunakan untuk pembuatan bata ringan tidak begitu merekat dengan adukan plesteran, jadi plesteran lebih mudah terkelupas.

Namun semua kekurangan yang saya sebutkan di atas seharusnya bisa diatasi oleh tukang, saya mengulas kekurangan dari hebel bukan berati hebel kualitasnya jelek tetapi memberi tahukan resiko yang mungkin akan anda temukan pada bangun baru atau lama anda yang seperti saya sebutkan.

Kesimpulan dari tulisan saya yang berjudul Bata Ringan Kelebihan Dan Kekurangannya akan kami update berkala sesuai dengan temuan kami di lapangan apa ada waktu dan sesuatu yang akan berhubungan dengan bata ringan.