-->

Cara Menentukan Pondasi Cakar Ayam

Cara Menentukan Pondasi Cakar Ayam

Saya sudah menggunakan pondasi cakar ayam tapi dinding rumah saya tetap saja retak !

Apakah anda fikir jika rumah kita menggunakan pondasi cakar ayam sudah pasti kuat ? Saya bantu jawab belum tentu Kenapa, karena tergantung dari desain pondasi cakar ayam yang digunakan serta tergantung dari kondisi tanah yang berada dibawahnya, untuk yang belum tahu pondasi cakar ayam adalah istilah yang umum digunakan oleh orang di Indonesia untuk menyebut pondasi dangkal.

Untuk menentukan ukuran pondasi cakar ayam dan untuk meyakinkan bahwa pondasi itu kuat setidaknya ada dua data yang harus kita gunakan.

Baca juga Renovasi Rumah ( Biaya , Material , Gambar Dan Tukang )

Yang pertama adalah data beban bangunan yang di tumpu oleh pondasi tersebut artinya beban kolom yang menumpuk pada pondasi tersebut.

Yang kedua adalah daya dukung tanah di tempat dimana pondasi tersebut akan diletakkan, untuk mengetahui beban bangunan yang ditumpuk 1 kolom yang kemudian akan ditempuh oleh satu pondasi sebetulnya harus dilakukan perhitungan secara komprehensif terhadap semua beban yang ditopang oleh kolom tersebut.

Telah saya singgung sebelumnya bahwa semakin jauh jarak kolom maka kolam tersebut akan semakin besar begitupun beban yang akan ditopang oleh pondasi semakin besar akan tetapi Sebelum saya sudah melakukan trial untuk rumah 2 lantai dengan jarak kolom maksimal 4x4 Meter, saya sudah mendapatkan bahwa beban kolam tersebut berada di Kisaran 290 Tulisan yang berkaitan Renovasi Rumah Sederhana

Untuk mengetahui daya dukung tanah di bawah pondasi tersebut kita harus melakukan uji tes tanah, biasanya dilakukan oleh konsultan geoteknik pada beberapa pengujian yang umum dilakukan yang pertama adalah tes sondir ini adalah cara yang paling mudah dan yang paling murah tentunya.

Di daerah Jakarta satu titik tes sondir berkisar 1,5 juta sampai 3 juta itu sampai mengcover sampai kedalaman 20 meter tes uji sondir yang kedua adalah Biasanya bor disatukan dengan SPT di mana hasil tanah yang diambil dari sampel pengeboran tersebut dibawa ke laboratorium untuk dicek.

Biasanya hasil dari pengujian laboratorium keluar setelah sekitar 2 minggu setelah kedua data tersebut tersedia yaitu data beban dari kolom serta data daya dukung tanah yang berada dibawahnya kemudian kita dengan mudah bisa mengcover membandingkan tegangan yang terjadi di bawah telapak pondasi dengan daya dukung tanah.

Jika tegangan pondasi lebih kecil daripada daya dukung tanah maka artinya desain pondasi kita aman dalaman akan tetapi sebaliknya jika daya dukung tanah lebih kecil daripada tegangan yang ada di telapak pondasi atau tegangan yang berada di telapak pondasi lebih besar daripada dukung tanah, maka artinya pondasi kita tidak aman.

lalu Bagaimana jika demikian opsi yang bisa kita lakukan yang pertama adalah harus diperbesar ukuran pondasi? Untuk mendapatkan tegangan yang lebih kecil.

Artikel menarik Renovasi Rumah Bagian Depan

Akan tetapi jika tegangan masih juga besar maka opsi selanjutnya pondasi kita harus diperdalam supaya daya dukung tanahnya lebih besar, jika dapatkan jika kedua hal tersebut sudah dilakukan tetapi tegangan di bawah pondasi masih juga lebih besar daripada daya dukung tanah, maka artinya pondasi telapak atau pondasi dangkal yang kita desain sudah tidak relevan lagi digunakan pada lokasi project ini.

lalu Bagaimana jika pondasi telapak atau cakar ayam sudah tidak relevan lagi untuk digunakan pada lokasi proyek maka opsi yang selanjutnya adalah menggunakan pondasi dalam baik itu bor file maupun tiang pancang.

lalu mungkin akan ada pertanyaan Apakah ada tanah dengan kondisi atau parameter sejelek itu sampai tidak bisa menggunakan pondasi cakar ayam atau pondasi telapak ? Jawabannya ya banyak di Jakarta sendiri untuk daerah-daerah misalnya Marunda Cakung Cilincing dan sekitarnya.

Tertarik untuk membaca artikel tentang renovasi rumah Renovasi Rumah Minimalis

Saya pernah melakukan pengetesan di sana Di mana kedalaman tanah keras di wilayah tersebut ada di kedalaman 25 meter artinya kedalaman 1 sampai 10 meter pertama tersebut adalah tanah lunak yang di mana kita kalau menggunakan pondasi dangkal pondasi kita justru akan menurun atau terjadi setelah terjadi penurunan tanah di bawah Pondasi yang kemudian pondasinya ikut turun.

dari penjelasan singkat tersebut sekarang kita bisa menyimpulkan bahwa tidak selamanya penggunaan pondasi cakar ayam itu aman bergantung kepada dua hal yang pertama bergantung dari desain pondasi cakar ayam yang digunakan termasuk ukurannya yang kedua adalah tergantung kondisi tanah yang berada di bawahnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan misalnya keruntuhan bangunan setelah dibangun di mana pemilik bangunan sudah mengeluarkan uang yang banyak Saya menyarankan sebaiknya setiap designer maupun kontraktor mengeluarkan uang yang tidak seberapa untuk mengetes tanah akan agar kalian bisa mendesain dimensi Pondasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Mandore.id